Niat Memudahkan

Recommended by 53 people
. in Featured, Reflection . 3 min read
Recommended by 53 people

[box]Tidak semua orang memiliki niat untuk memudahkan orang lain..[/box]

Ungkapan ini sebelumnya muchad post di page Facebook, 3 Desember 2010 lalu. Kita pasti pernah mengalami ketika kita dihadapkan pada persoalan yang rumit, prosedur yang berbelit, dan satu hal lagi yang membuat kita jengkel…adanya orang-orang pelit. Pelit di sini muchad maksudkan sebagai seseorang yang enggan berbagi informasi atau menghalang-halangi kita meraih apa yang kita inginkan atau sekedar orang yang tidak mau ikut “susah” dengan persoalan kita. Sebenarnya tidak “susah” juga sih, hanya sekedar memberitahu yang benar atau menunjukkan jalan yang seharusnya, tapi ya itu tadi selalu ada orang yang tidak mau tahu.

Bahkan, bila ada kesempatan..sebagian memanfaatkan ketidaktahuan kita dengan menyesatkan kita, bila perlu membodohi kita. Bila membicarakan hal seperti ini pikiran kita langsung flashback ke memori lama kita, ketika kita menghadapi masalah yang sama. Entah ketika bingung mencari kendaraan atau hingga berbelitnya registrasi sewaktu kita kuliah.

Pelan-pelan coba kita tinggal memori itu kita mencoba membangun yang baru untuk masa depan kita, masa depan yang selalu dimudahkan. Kata kunci untuk kita hari ini adalah: Mudahkanlah urusan orang lain insyaAllah kelak urusan kita akan dimudahkan.

Masa’ iya sich? Ternyata resep ini benar-benar terjadi, silahkan dicoba. Pokoknya tancapkan dalam hati kita bahwa setiap ada orang yang membutuhkan kita…mari kita permudah, bahkan bila tidak ada sangkut pautnya dengan kita. Misal, ada orang datang mencari si-A dan dia bertanya pada si-B. Si-B ini sok sibuk jadi agak ogah-ogahan dan sedikit merasa terganggu dengan kehadiran orang itu, nach pada kesempatan seperti itu langsung saja kita hadapi orangnya:” sedang mencari siapa mas?”. Meski kita tidak tahu, setidaknya memberi udara surga kepada orang itu bahwa ada yang berusaha mempermudah dia. Coba kita bayangkan, kita masuk ruangan dan semua orang sok sibuk, muka yang muram, dan ketika ditanya ogah-ogahan.

Intinya, sekali lagi mari kita permudah urusan orang lain tanpa berharap apa pun insyaAllah pada waktunya kita akan dipermudah. muchad menjadi seperti ini sebenarnya hanya kemudahan-kemudahan dari usaha dan doa orang-orang yang dulu muchad mudahkan. Terima kasih manusia yang bijaksana…yang mengajarkan sikap yang mulia, Rasulku Muhammad shallallahu alaihi wassalam.

muchad, Rusyd 3rd floor-020511 19:15



Recommended stories
Responses
 
Write a response...
Your email address will not be published. Required fields are marked *

muchad.com Comments List
muchad.com comments

mmmm…..emang iya sih…
gak semua orang memiliki niat untuk memudahkan orang lain…
buktinya masih banyak orang yang terang2an berniat untuk menyusahkan orang lain…
kalau saja semua orangpunya niat untuk memudahkan orang lain…hidup ini pasti akan jadi lebih mudah…
karena banyak yang membantu kita…..

Nice Sentence….